Wednesday, October 3, 2012

Ms. Word 2007 – Page Number & Page Break


Di dalam Ms. Word banyak menu untuk Break, diantaranya adalah Page Break dan Next Page.
Tujuan utamanya adalah membagi dokumen menjadi beberapa bagian. Tapi,, Page Break dan Next Page punya fungsi inti yang berbeda.



Prosedur melakukan page break di Ms. Word 2007 seperti yang terlihat pada gambar di atas.
  • Kalo mau nambah Section, pilih Page Layout - Breaks - Next Page.
  • Kalo cuma mau nge-Break tanpa nambah Section, pilih Page LayoutBreaks - Page Break.
Terus apa itu Section??
Section ini sebenernya penanda dari suatu bagian pada dokumen.
Fungsinya : Dengan membagi dokumen menjadi beberapa section, kita akan mempermudah proses pemberian nomor halaman. Biasanya kalau kita bikin proposal ato dokumen kan ada bagian yang format page number nya berbeda, nah dengan pembagian section kita bakalan gampang ngedit-ngedit format page number-nya. Misal, untuk  Kata Pengantar dan Daftar Isi kita anggap mereka berada pada section yang sama, yaitu Section 1. Nah untuk Bab I Pendahuluan kita bedain dia sehingga kita anggap dia berada pada Section 2.
Intinya : Tiap section yang berbeda bisa kita buat beda juga format page numbernya.. :D
Kalau Page Break yang hasilnya ga nambah section itu fungsinya supaya bagian yang berbeda ga akan saling berpengaruh. Contohnya gini, Bab I Pendahuluan dan Bab II Pembahasan biasanya untuk pemberian nomor halaman adalah kontinyu ( nyambung gitu… ), tapi kalo kita udah selesai bikin Bab I Pendahuluan ga jarang kita selesai di tengah halaman. Nah kalo mau masuk ke Bab II Pembahasan biasanya kita bakalan ngelakuin Enter - Enter -Enter -Enter -Enter -Enter – Enter” supaya Bab II Pembahasan berada di awal halaman.
Kalo itu yang dilakuin, misalnya nanti ada perubahan di Bab I, hasilnya malah bikin si Bab II jadi ikut turun. Nah dengan Page Break, kalopun kita ngedit-ngedit Bab I, si Bab II akan stabil berada di awal halaman :mrgreen:


Page Number
Pemberian nomor halaman sebenernya sama aja kaya di Ms. Word 2003. Cuma penempatan menunya aja aga beda… :D
Tapi jujur, gw juga kadang masih harus nyari-nyari letak menunya.. :P
Langkahnya , pilih InsertPage Number
Nanti bakalan keluar pilihan-pilihannya, Top of Page buat penempatan di atas, Bottom of Page di bawah. Pilihan di tengah, kanan, atau kiri juga nanti bakalan muncul.. So, tinggal kita pilih sesuai selera.. :mrgreen:
Selanjutnya, kalo kita udah milih tipe dari penempatan nomor halaman, sekarang kita tinggal atur formatnya.
Pertama, kita letakkan cursor di halaman yang bakal kita atur formatnya. Terus pilih InsertPage Number - Format Page Numbers.
Sebelumnya udah dijelasin kan salah satu fungsi pembagian Section itu untuk mempermudah pemberian nomor halaman??? Nah, ayo kita praktekkan… :D
Untuk tiap section, kita bisa atur dengan “style” yang berbeda… :mrgreen:
Misal untuk section 1 yang berisi kata pengantar dan daftar isi kita bisa ngeformat dia dengan tipe “i, ii, iii, …”. Kalo yang udah masuk ke BAB I, II, dan selanjutnya bisa kita format pake “1, 2, 3, …”
Hal yang perlu diinget, kalo mau ngerubah format tiap section, pastikan kalo cursor-nya berada pada halaman yang akan kita edit formatnya.
Tambahan
Dimana kita bisa liat status Section dan Page number kita??
Jawabannya, liat status bar.
Status bar itu yang ada di bagian bawah jendela Ms. Word kita. Biasanya tampilan awal ( defaultnya ) cuma ada keterangan Page dan Words.
Kalo mau liat section-nya, klik kanan bagian kosong status bar, pilih Section.
Kalo udah, sekarang di status bar kita bakal muncul Section kaya gini,
Gambar di atas artinya :
  • Kita ( atau cursor ) berada pada Section 1
  • Kita ( atau cursor ) berada pada halaman 1 dari 1 halaman
  • Jumlah kata yang ada pada dokumen kita adalah 41 kata

0 comments:

Post a Comment

 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver