Sunday, November 27, 2011

Gas Mulia

GAS MULIA

 
Gas mulia di dalam sistem periodik unsur terdapat pada golongan VIIIA atau golongan 0 (nol). Gas mulia terdiri dari helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), dan xenon (Xe) sedsangkan Rn(radium) adalah radioaktif.Argon merupakan unsur gas mulia yang pertama kali ditemukan oleh Lord Raleigh dan William Ramsey sekitar tahun 1894.Pada tahun 1892, Raleigh menemukan bahwa oksigen selalu mempunyai massa jenis 15,882 kali lebih besar daripada massa jenis hidrogen.Gas helium ditemukan oleh Jansen tahun 1868 .Tahun 1898 Trovers  dan Ramsey menemukan krypton ,  xenon dan neon
 .                                                                                                                        A.Terdapatnya dialam
Kecuali radon (Rn), gas mulia terdapat di udara sebagai molekul monoatomik. Di antara gas mulia, argon merupakan gas mulia yang paling banyak terdapat di udara dengan kadar 0,93 % dari udara kering (bebas uap air), kemudian neon 1,8 x 10-3%, helium 5,2 x 10-4%, kripton 1,1 x 10-4% dan xenon 8,7 x 10-6%. Gas alam kadang-kadang mengandung helium dalam jumlah yang relatif banyak. Keberadaan helium pada gas alam diperkirakan dari peluruhan radioaktif yang ada di dalam perut bumi. Radon terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, sebab berasal dari peluruhan batuan radioaktif dan waktu paro-nya pendek, yaitu 3,8 hari.
Komfigurasi Elektron  
Unsur
Nomor Atom
Konfigurasi Elektron
He
2
1s2
Ne
10
[He] 2s2 2p6
Ar
18
[Ne] 3s2 3p6
Kr
36
[Ar] 4s2 3d10 4p6
Xe
54
[Kr] 5s2 4d10 5p6
Rn
86
[Xe] 6s2 5d10 6p6
.
Sifat-Sifat Gas Mulia
 Gas mulia sangat stabil  dikarenakan beberapa factor berikut ini:
1. Konfigurasi elektron gas mulia (kecuali He) berakhir pada ns2np6. Konfigurasi tersebut merupakan konfigurasi elektron yang stabil, sebab semua elektron pada subkulitnya sudah berpasangan. Oleh karena semua elektron sudah berpasangan, maka tidak memungkinkan terbentuk ikatan kovalen dengan atom lain                                  
 2. Energi ionisasi yang tinggi menyebabkan gas mulia sukar membentuk ion          positif dan berarti sukar membentuk senyawa secara ionik.
3.     Affinitas elektron yang rendah menyebabkan gas mulia tidak dapat mengikat elektron untuk menjadi ion negatif, dan ini juga berakibat tidak dapat membentuk senyawa ionik.
Industri Gas Mulia dan Penggunaannya
Beberapa gas mulia, misalnya Ne, Ar, Kr, dan Xe, diperoleh dari hasil penyulingan bertingkat udara cair. Namun pada umumnya diperoleh sebagai hasil tambahan pada proses pembuatan gas NH3, (
Proses Haber). Helium diperoleh sebagai hasil samping dari pengolahan gas alam. Gas mulia digunakan dalam berbagai hal, antara lain :
1.                 Helium digunakan sebagai pengisi balon gas karena massa jenisnya yang rendah dan stabil. Oleh karena kestabilannya dan kelarutannya dalam darah kecil, maka gas helium digunakan sebagai campuran gas oksigen pada tabung penyelam. Helium cair pada suhu 4 K digunakan sebagai pendingin untuk riset pada suhu sangat rendah.
2.                 Neon digunakan untuk gas pengisi lampu dan memberikan warna merah yang terang. Lampu di bandara umumnya menggunakan neon sebagai pengisinya, sebab cahaya yang dihasilkan dapat menembus kabut.
3.                 Argon merupakan gas mulia yang paling banyak digunakan (di Inggris mencapai 30.000 ton per tahun), terutama untuk atmosfir pengelasan logam. Pada industri rancang bangun yang memerlukan presisi tinggi, misalnya pesawat terbang, diperlukan pengelasan logam yang bebas oksigen dan gas lainnya yang mungkin bereaksi dengan logam, untuk itu maka digunakan argon sebagai atmosfir pengelasan.
4.                 Kripton dan xenon digunakan untuk pengisi lampu iklan yang berwarna-warni.
5.                 Campuran 10% Xe, 89% Ar, dan 1%F2 digunakan sebagai lampu emisi untuk menghasilkan sinar lase
Kegunaan Gas Mulia
Dalam kehidupan sehari-hari, unsur gas mulia digunakan dalam rumah tangga hingga teknologi modern. Berikut beberapa kegunaan dari unsur-unsur gas mulia:  
1. Helium
Helium merupakan gas yang ringan dan tidak mudah terbakar. Helium dapat digunakan sebagai pengisi balon udara. Helium cair digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang sangat rendah. Helium yang tidak reaktif digunakan sebagai pengganti nitrogen untuk membuat udara buatan untuk penyelaman dasar laut. Para penyelam bekerja pada tekanan tinggi. Jika digunakan campuran nitrogen dan oksigen untuk membuat udara buatan, nitrogen yang terhisap mudah terlarut dalam darah dan dapat menimbulkan halusinasi pada penyelam. Oleh para penyelam, keadaan ini disebut “pesona bawah laut”. Ketika penyelam kembali ke permukaan, (tekanan atmosfer) gas nitrogen keluar dari darah dengan cepat. Terbentuknya gelembung gas dalam darah dapat menimbulkan rasa sakit atau kematian. 
2. Argon 
Argon digunakan dalam las titanium pada pembuatan pesawat terbang atau roket. Argon juga digunakan dalam las stainless steel dan sebagai pengisi bola lampu pijar karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten) yang panas. 3. Neon 
Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu. Neon digunakan juga sebagai zat pendingin, indikator tegangan tinggi, penangkal petir, dan untuk pengisi tabung-tabung televisi 


4. Kripton 
Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan rendah. Kripton juga digunakan dalam lampu mercusuar, laser untuk perawatan retina 
5. Xenon 
Xenon digunakan untuk menghasilkan cahaya terang pada lampu blitz (flash gun), pembuatan tabung elektron, komponen reaktor nuklir. Xenon merupakan satu-satunya gas mulia yang bersifat anestesi/membius pada tekanan atmosfer.  
       


6. Radon 
Radon yang bersifat radioaktif dahulu digunakan sebagai cat angka pada jam. Radon sekarang digunakan untuk terapi kanker dan sistem peringatan gempa. Namun demikian, jika radon terhisap dalam jumlah banyak, malah akan menimbulkan kanker paru-paru. 



1.
Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.


3.
Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom).



















Sifat Gas Mulia
Sifat Atomik 
A. Jari-Jari Atom 
Dalam satu golongan, jari-jari atom unsur-unsur gas mulia dari atas ke bawah semakin besar karena meskipun muatan inti bertambah positif, namun jumlah kulit semakin banyak. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron semakin lemah, akibatnya jari-jari atom bertambah besar.  
            
B. Energi Ionisasi 
Energi Ionisasi unsur-unsur golongan gas mulia dari atas ke bawah cenderung semakin kecil. Hal ini dikarenakan meski muatan inti bertambah positif, namun jari-jari atom bertambah besar. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah sehingga energi ionisasi semakin berkurang  
                 
C. Keelektronegatifan 
Nilai keelektronegatifan He, Ne, dan Ar tidak ada, sedangkan nilai keelektronegatifan berkurang dari Kr ke Rn  
     

D. Bilangan Oksidasi 
Nilai bilangan oksidasi He, Ne dan Ar adalah nol, sedangkan Kr, Xe, dan Rn memiliki beberapa bilangan oksidasi  
  
Sifat Fisis
Selain memiliki karakteristik yang khas pada sifat atomik, gas mulia juga memiliki karakteristik yang khas untuk sifat fisisnya. Beberapa sifat fisis gas mulia dirangkum dalam tabel di bawah ini 

Dari data di atas, kita dapat melihat adanya keteraturan berikut :
A. Kerapatan bertambah dari He ke Rn 
Nilai kerapatan gas mulia dipengaruhi oleh massa atom, jari-jari atom, dan gaya London. Nilai kerapatan semakin besar dengan pertambahan masa atom dan kekuatan gaya London, dan sebaliknya semakin kecil dengan pertambahan jari-jari atom. Karena nilai kerapatan gas mulia bertambah dari He ke Rn, maka kenaikan nilai massa atom dan kekuatan gaya London dari He ke Rn lebih dominan dibandingkan kenaikan jari-jari atom.  
       


B. Titik leleh dan titik didih bertambah dari He ke Rn 
Hal ini dikarenakan kekuatan gaya London bertambah dari He ke Rn sehingga atom-atom gas mulia semakin sulit lepas. Dibutuhkan energi, dalam hal ini suhu yang semakin besar untuk mengatasi gaya London yang semakin kuat .  
       
       
C. Daya hantar panas berkurang dari He ke Rn 
Hal ini dikarenakan kekuatan gaya London bertambah dari He ke Rn. Dengan kata lain, partikel relatif semakin sulit bergerak sehingga energi, dalam hal ini panas, akan semakin sulit pula untuk ditransfer.  
        

 

0 comments:

Post a Comment

 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver